telusur.co.id – Presiden AS Donald Trump terlibat “perang” komentar dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Majelis Umum PBB pada hari Selasa.

Saling hujat diantara kedua tokoh itu tak terelakan. Trump mendesak masyarakat internasional untuk mengisolasi Tehran dari perdagangan global, sedangkan Rouhani menyebut Trump sebagai “terorisme ekonomi”.

Tak terima dengan pernyataan Rouhani, Trump kembali menuding Iran sebagai “sponsor terorisme” di dunia.

“Tetangga Iran telah membayar banyak biaya untuk agenda agresi dan ekspansi rezim,” kata Trump, menuduh para pemimpin Iran telah “menggelapkan miliaran dolar” dari perbendaharaan negara untuk mengobarkan perang proksi.

“Kediktatoran menggunakan dana itu untuk membangun rudal-rudal berkemampuan nuklir, meningkatkan represi internal, membiayai terorisme, dan membiayai kekacauan dan pembantaian di Suriah dan Yaman,” katanya seperti dilansir aljazeera.

“Kami meminta semua negara untuk mengisolasi rezim Iran selama agresinya berlanjut.”

Trump berjanji Iran akan menghadapi lebih banyak kesulitan ekonomi ketika putaran kedua sanksi yang menargetkan sektor energi pulih kembali pada 5 November.

Rouhani kemudian membalas Trump yang mengatakan keputusannya untuk menjatuhkan sanksi lebih banyak adalah bentuk “terorisme ekonomi”, yang menuduh pemerintah AS berusaha menggulingkan pemerintahnya.

“Sungguh ironis bahwa pemerintah AS bahkan tidak menyembunyikan rencananya untuk menggulingkan pemerintah yang sama yang diundangnya untuk berunding,” kata Rouhani. (ham)

Bagikan Ini :