telusur.co.id- Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai Pemilu 2019 akan menguras energi partai politik untuk memenangkan Pilpres sekaligus Pileg. Disisi lain, dengan penyelenggaraan Pemilu serentak, panggung politik akan lebih diwarnai oleh persaingan Pilpres, sehingga perhatian publik pada Pileg seperti luput dari pantauan.

“Padahal Pilpres dan Pileg sama penting dan strategisnya bagi kelangsungan penyelenggaraan negara,” ujar Bamsoet dalam diskusi ‘Persaingan Pasangan Capres 2019’, Rilis Temuan Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, Kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (26/9/18).

“Disini perlu ada edukasi politik yang lebih intensif agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam Pileg dan Pilpres secara cerdas,” sambungnya.

Bamsoet berharap Pemilu 2019 bisa berjalan damai, efektif dan berkualitas. Terlebih, anggaran Pemilu 2019 lebih besar dari sebelumnya, mencapai Rp 38,2 triliun untuk KPU, Bawaslu dan Polri.

“Masalah-masalah yang menimbulkan potensi kerawanan harus diantisipasi secara cermat. Khususnya, masalah daftar pemilih tetap (DPT) yang belum selesai,” kata Bamsoet.

Terkait dengan hasil survei lembaga Indikator, kata Bamsoet, memang Jokowi mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki Prabowo. Menurut dia, Jokowi sudah membuktikan ke publik, bahwa kinerja pemerintahannya sudah memuaskan rakyat.

“Wajar bila pada temuan survei Indikator Politik Indonesia elektabilitas Jokowi-Maruf mencapai 57,7 persen, sedangkan Prabowo – Sandi 32,3 persen,” tandasnya.[Ipk]

Bagikan Ini :