Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi /Istimewa

telusur.co.id- Majelis Ulama Indonesia (MUI melalui Fatwa Nomor 33 Tahun 2018 menyatakan bahwa penggunaan vaksin measles rubella (MR) produk dari Serum Institute of India (SII), diperbolehkan (mubah). Alasannya, ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah) dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci

“Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi dalam keterangannya kepada telusur.co.id, Kamis (27/9/18).

Zainut mengatakan, MUI juga mendesak kepada Pemerintah dan produsen vaksin untuk segera mengusahakan ketersediaan vaksin yang halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, MUI juga mengimbau kepada masyarakat luas dengan adanya fatwa tersebut tidak perlu ragu untuk melaksanakan imunisasi vaksin MR demi melindungi anak-anak kita dari bahaya penyakit yang tidak kita inginkan.

Zainut berharap, pemerintah menyosialisasikan Fatwa MUI agar masyarakat memahami secara benar dan tidak timbul kesalah pahaman.

“MUI mengimbau kepada kelompok masyarakat yang masih belum bisa menerima program imunisasi vaksin MR ini dengan baik untuk tetap bersikap adil dan proporsional dengan tidak melakukan kegiatan provokasi penolakan, menyebarkan berita bohong dan fitnah yang dapat menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat,” tandasnya.[Ipk]

Bagikan Ini :