telusur.co.id – Fitnah dan hoax adalah kejahatan peradaban karena merusak, bahkan membunuh peradaban yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menerima audiensi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro 58, Jakarta, Rabu (26/9/18).

“Politik sejatinya adalah membangun peradaban. Hoax itu anti kemanusiaan,” kata Hasto.

Disampaikan Hasto, PDI Perjuangan adalah partai yang paling sering menerima fitnah dan hoax. Namun demikian, disampaikannya, PDI Perjuangan tidak akan meniru cara-cara tak beradab yang dilakukan para penyebar fitnah dan hoax tersebut.

“Pesan dari Ibu Megawati agar kita menanggapinya dengan senyuman,” kata Hasto.

“Kita juga tidak ahli mengungkap keburukan orang lain dan sekali-sekali tidak akan pernah mengambil keuntungan dari yang namanya fitnah dan hoax,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu.

Pihaknya akan terus mengajak masyarakat luas dan kader partai secara khusus, untuk menggunakan cara-cara beradab dalam berpolitik.

“Kepada kader-kader kita selalu mengedepankan tindakan positif, karena tindakan positif akan menghasilkan habit positif, dan habit positif akan melahirkan kultur yang positif,” kata Hasto. [ipk]

Bagikan Ini :