foto|net

telusur.co.id- Pemberdayaan dan pengembangan perempuan dinilai sangat penting sebagai agen perdamaian dalam perjuangan global melawan terorisme. Hal ini lantaran ada tren baru dalam tindakan terorisme dimana membawa serta keluarga dalam melakukan aksinya.

Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan Ninth Ministerial Plenary of The Global Counter-Terrorism Forum (GCTF) di New York (26/9/18).

“Trend baru dalam terorisme yang melibatkan keluarga seperti kejadian yang dialami Indonesia di Surabaya semakin membutuhkan peran perempuan dalam perjuangan melawan terorisme” ujar Retno dalam keterangannya.

Menurut alumni Universitas Gadja Mada ini, sosok perempuan memiliki perperan besar dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak-anaknya. Oleh sebab, kata Retno, pemerdayaan perempuan itu sangat penting.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan, salah satu langkah yang paling efektif mencegah terjadinya terorisme adalah peningkatan kesejahteraan dalam sebuah keluarga. Hal ini akan menjadi perisai kuat terhadap pengaruh pandangan ekstrimisime dan nilai-nilai intoleran.

Menutup pernyataannya, Retno memastikan Indonesia  menyambut baik kerja sama yang lebih erat antara GCTF dengan PBB dalam ranngka mengatasi trend baru terorisme.

Usulan empat dokumen yang disampaikan dalam pertemuan ini, kata Retno, dapat menjadi guidelines dan best practices untuk melawan terrorisme. “tahap selanjutnya bagaiamana kita dapat mengimplementasi rekomendasi ini dalam kerangka nasional dan regional,” imbuhnya.

Empat rekomendasi yang didorong oleh pertemuan ini adalah dalam  isu Homegrown Terrorism, the Challenge of Returning Families of FTFs, the Collection, Use and Sharing of Evidence for Purposes of Criminal Prosecution of Terrorist Suspects, dan the Nexus between Transnational Organized Crime and Terrorism.

Indonesia merupakan salah satu dari 30 negara anggota GCTF yang ditujukan sebagai forum untuk kerja sama global mengatasi ancaman terorisme. Forum yang dibentuk tahun 2011 tersebut terdiri dari berbagai kelompok kerja yang mengeluarkan rekomendasi kebijakan dan kegiatan untuk melawan terorisme.[tp]

 

Bagikan Ini :