Eni M. Saragih/Net

telusur.co.id – Partai Golkar diminta untuk mengembalikan uang suap yang dialirkan Eni Maulani Saragih, tersangka kasus suap PLTU Riau-1, ke Munaslub Golkar, Desember 2017 lalu.

Hal itu disampaikan Eni yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/18).

“Tapi kalau itu digunakan untuk Munaslub Golkar atau kegiatan Golkar, saya mohon Golkar untuk kembalikan,” kata Eni.

Saat ini, Eni mengaku sendang mencicil untuk mengembalikan uang yang ia terima dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo.

Saat ini, Eni baru mengembalikan Rp 500 juta. Dimana, ia diduga telah mengantongi sekitar Rp 4,8 miliar.

“Besok saya akan kembalikan uang, yang mungkin pernah saya terima dari Bapak Johannes Kotjo. Jumlahnya besok,” kata Eni.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat Eni, Kotjo, dan bekas Menteri Sosial, Idrus Marham, sebagai tersangka suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Eni dan Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo berupa uang sebesar Rp 6,25 miliar. [ipk]

Bagikan Ini :