Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Beredarnya video Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang membagikan bantuan atas nama Presiden Jokowi menjadi ramai perbincangan.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi mengatakan, meski belum dipastikan adanya pelanggaran oleh Bawaslu, namun sebagai pengawas Pemilu harus bertindak jeli.

“Kecurigaan penggunaan fasilitas pemerintah dalam kampanye berlaku bagi semua peserta Pemilu. Pengawasan diutamakan bagi Gubernur/Wakil Gubernur/Bupati/Wakil Bupati/Walikota/Wakil Walikota beberapa diantaranya merupakan pimpinan partai politik maupun tim kampanye di daerah,” kata Virgo dalam keterangannya kepada telusur.co.id, Kamis (27/9/18).

Virgo yang juga Direktur Madrasah Anti Korupsi ini berharap adanya langkah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pencegahan terhadap beberapa anggaran dalam APBN yang diduga disalahgunakan untuk aktifitas kampanye. Apalagi, langkah ini juga pernah dilakukan KPK dengan memberikan rekomendasi penghentian dana bantuan sosial saat menjelang Pemilu 2014.

Selain itu, kata Virgo, komitmen kewaspadaan perlu dilakukan oleh semua pihak. Ada yang berada di pengawasan dan ada yang berada di pencegahan sesuai tugas dan kewenangannya. “Kita memahami betul terkadang undang-undang kita masih terdapat celah dan bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Sebab, menurut Virgo, jika terpaku pada UU Pemilu saja, maka pejabat pemerintah tidak dapat diindikasikan pelanggaran kampanye. “Jika yang bersangkutan bukan pimpinan partai politik maupun tim kampanye,” tandasnya.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni membagikan bantuan sarana dan prasarana destinasi wisata kepada sejumlah Wali Nagari, dengan berkali-kali menyebutkan bantuan tersebut berasal dari Joko Widodo. “Bantuan dari Jokowi, tau Jokowi kan?” kata Hendra kepada salah satu Wali Nagari.

Kepada Wali Nagari berikutnya, Hendra juga kembali menegaskan bahwa bantuan senilai Rp320 juta itu berasal dari Presiden Joko Widodo, bukan dari Pemerintah Pusat. “Bantuan sarana dan prasarana destinasi wisata Rp320 juta. Darimana bantuan ini? Dari Joko Widodo,” katanya kepada Wali Nagari lainnya.

Setiap usai memberikan plakat bantuan dan mengucapkan “bantuan dari Joko Widodo’, Bupati usungan Partai Amanat Nasional (PAN) itu lantas mengajak Wali Nagari tersebut untuk berfoto bersama.[Ipk]

Bagikan Ini :