Ketua Banggar DPR, M. Azis Syamsuddin/Net

telusur.co.id – Pemerintah bersama Badan Anggaran DPR tengah membahas agar rokok elektrik dikenakan cukai elektrik seperti rokok batang.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua Banggar DPR RI, Muhammad Azis Syamsuddin kepada telusur.co.id, Jumat (28/9/18).

“Ya dikenakan juga,” kata Azis.

Sedangkan untuk besaran tarif cukainya, kata mantan Ketua Komisi III DPR itu, masih dalam pembahasan, dan dalam waktu dekat segera diputuskan.

Setelah dikenai cukai, hampir dipastikan harga rokok elektrik akan naik.

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR, Jazilul Fawaid mengatakan, rokok elektrik termasuk barang kena cukai yang merusak kesehatan, seperti juga rokok konvensional.

Dengan begitu, pemasukan pemerintah dari cukai akan terus bertambah. Penaikan cukai rokok termasuk pengenaan cukai untuk rokok elektrik bertujuan menghindarkan masyarakat dari bahaya rokok.

Pemerintah akan membantu BPJS Kesehatan dengan hasil pungutan cukai rokok termasuk rokok elektrik. BPJS Kesehatan sendiri selalu mengalami defisit keuangan.

“Bagi Banggar tak ada alasan untuk menolak, karena selain menambah pemasukan juga menghindarkan masyarakat dari rokok elektrik yang merugikan kesehatan. Besarnya akan diatur pemerintah. Kita belum tahu persis besarannya,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :