Gubernur DKI Anies Baswedan/Net

telusur.co.id- Pengamat kebijakan publi Universitas Trisakti Trubus Rahardisnyah mengatakan, Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan tengah menerapkan sikap “suka tidak suka” kepada jajarannnya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Karena, sampai sekarang kepala dinas yang dirombak Anies masih dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt).

“Saya melihat ada kepentingan disini, pak Anies menempatkan Plt agar bisa diganti sewaktu – waktu gitu loh, jadi ini sebenarnya mengebangkan politik like and dislike,” kata Trubus kepada wartawan, Sabtu (29/9/18).

Menurut Trubus, jika Anies serius ingin malakukan revolusi birokrasi, maka proses lelang jabatan harus segera dituntaskan. “Kalau niatnya melakukan reformasi birokrasi itu enggak perlu Plt lagi, lelang jabatannya harus dipercepat,” tegasnya.

Dengan masih dijabat oleh Plt, kata Trubus, justru memperlihatkan kinerja pemerintah DKI semakin melambat. Apalagi, Plt hanya bekerja setengah hati karena tidak mempunya kewenangan penuh.

“Kalau banyaknya Plt seperti ini kan mereka tidak berani untuk menggambil kebijakan strategis. Plt kerjanya pasti setengah hati karena enggak punya kewenangan penuh,” tandasnya.

Sebagai informasi, sejak dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017 lalu, Anies sudah dua kali melakukan perombakan mutasi dan rotasi di Pemprov. Imbasnya, banyak SKPD yang dipimpin oleh Plt. Total sudah ada 12 Plt yang saat ini ditugaskan Anies.

Yakni Plt Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Bina Marga, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian dan Energi.[far]

Bagikan Ini :