telusur.co.id- Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di MPR Syaifullah Tamliha mengatakan, isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) Pilpres 2019, sangat sulit untuk dihindari. Karenanya, isu ini keemungkinan akan tetap dipergunakan oleh para timses.

“Isu Sara itu pastilah akan ada (Di Pilpres),” kata Tamliha dalam diskusi bertajuk ‘Pemilu dan Kebhinekaan’ di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (7/9/18).

Tamliha mejelaskan, ‘bibit-bibit’ isu SARA sudah terlihat sebelum masa kampanye Pilpres di buka.

Anggota Komisi I DPR ini juga menyeasalkan, hukuman terhadap para pelaku penyebar isu SARA ini tidak diterapkan maksimal.

BACA JUGA :  Politik Empat Pilar versus Radikalisme dan Konservatif Politik Dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI

Ia meminta siapapun orangnya, bila terbukti menyebar isu SARA di kampanye baik Pilpres maupun Pemilu untuk diberi hukuman yang setimpal. Karena, efek dari isu SARA, taruhannya ialah keutuhan bangsa.

Selain itu, Tamliha menuturkan, isu ini bermula, kata Tamliha, ketika Pilkada DKI pada 2017 lalu. “Gejolak itu (isu SARA) semakin panas ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, itu bibit terbesar yang membuahkan seperti (sekarang) ini,” tandas dia. [Lita]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini