Net

telusur.co.id – Kabar adanya informasi warga korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menjarah minimarket, tidaklah benar.

Bantahan disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (30/9/18).

“Bandara kondisi runtuh, tidak ada yang tunggu, listrik mati, halaman bandara buat pengungsi. Ada toko di bandara gang rusak akibat gempa. Makanan, minuman berhamburan, kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan. Saya melihat kejadian itu. Halaman bandara depan kosong, tidak ada yang jaga. Demikian yang saya tahu,” kata Tjahjo.

Sebelumnya, dikabarkan beberapa warga korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, menjarah minimarket yang ada di sekitar kota.

BACA JUGA :  Gempa 4,7 SR Guncang Sukabumi

Diduga, penjarahan terjadi karena belum meratanya pasokan bantuan kebutuhan pokok ke para pengungsi bencana gempa dan tsunami, yang terjadi pada Jumat lalu.

Informasi yang beredar, warga menjarah minimarket Alfamidi di kawasan Jalan Veteran. Warga bergerombol membuka pintu Alfamidi dan mengambil barang-barang.

Setidaknya ada empat lima market yang jadi lokasi penjarahan warga. Antara lain Alfamidi di Jalan Veteran, Jalan Yos Soedarso, Jalan Abdurrahman Saleh. Selain itu, ada pula minimarket warga yang juga dijarah di Jalan Yos Soedarso. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini