Capres Prabowo dan Joko Widodo/telusur.co.id

telusur.co.id- Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, alasan sejumlah kader Golkar memberi dukungan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, lantaran tak yakin duet Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang pada Pilpres 2019.

“Ini biasanya terkait trend Prabowo dianggap punya kans dan peluang lebih terbesar terpilih. Sementara mereka yang membelot mendukung Prabowo, yakin Jokowi kalah,” kata Pangi kepada telusur.co.id, Selasa (25/9/18).

Pangi menjelaskan, dalam sebuah politik ada yang dikenal dengan teori bandwagon atau lokomotif effect. Dalam teori tersebut pemilih akan memilih calon yang dianggap memiliki potensi besar terpilih. “Nggak mungkin mereka memilih calon yang bakal kalah,” imbuhnya.

BACA JUGA :  100 Hari Kerja, Anies-Sandi Torehkan 29 Prestasi

Oleh sebab itu, kata Pangi, sangat wajar jika ada kader parpol membelot memberi dukungan yang berbeda dari keputusan partainya. “Jadi hal semacam ini lumrah terjadi di kader Golkar,” imbuhnya.

Namun demikian, Pangi juga menekankan bahwa kader parpol hendaknya loyal dan disiplin terhadap instruksi partainya. Pangi menyarankan, jika sejumlah kader beringin ini berbelot, maka pengurus pusat harus memberikan sanksi.

“Menggapa ini penting, untuk menjaga ritme dan soliditas antara parpol koalisi pendukung,” tandasnya.

Seperti diwartakan, sejumlah politisi Golkar menggalang dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Mereka menyebut kumpulannya dengan nama GoPrabu (Golkar Prabowo-Uno).[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini