Panglima Militer Myanmr Min Aung Hlaing. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Pimpinan militer Myanmar menegaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak punya hak ikut campur masalah kedaulatan Vietnam. Hal ini disampaikan setelah misi pencari fakta PBB menyerukan agar jenderal-jenderal Myanmar diadili atas genosida terhadap warga minoritas muslim Rohingya.

“Tak ada negara, organisasi atau kelompok yang berhak ikut campur dan membuat keputusan atas kedaulatan sebuah negara,” kata Jenderal Senior Min Aung Hlaing kepada pasukan Myanmar dalam pidatonya seperti dilansir dari Reuters, Senin (24/9/18).

“Berbicara untuk mencampuri urusan internal (menyebabkan) kesalahpahaman,” tambahnya.

Misi PBB menyerukan Min Aung Hlaing dan lima jenderal lainnya untuk dituntut atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida atas tuduhan pembunuhan massal.

BACA JUGA :  Pentolan HTI Masuk PBB, Yusril: Tidak Masalah

Sebelumnya, dalam laporan penyelidik PBB mengungkapkan secara rinci yang cukup mengerikan mengenai kekejaman yang diduga dilakukan pasukan militer Myanmar dalam “operasi pembersihan” terhadap warga Rohingya tahun lalu. Operasi tersebut telah menyebabkan lebih dari 700 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Dalam laporannya, tim penyelidik PBB menyatakan, pasukan Myanmar, yang kadang-kadang dibantu warga etnis Rakhine, melakukan pembunuhan, pemerkosaan, pembakaran dan penyiksaan.

Namun, laporan temuan PBB ini dibantah oleh pimpina militer Myanmar. Mereka keukeuh pasukan keamanan melakukan operasi yang sah untuk memberantas “teroris”.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini