Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Pada tahun 2018 ini, Badan SAR Nasional sedang melakukan pengadaan lelang dua unit Helikopter Medium Intermediate, dengan harga prakiraan sendiri sebesar Rp 529.2 milyar.

Terkait itu, Center For Budget Anaysis atau CBA dalam investigasi mereka menemukan adanya kejanggalan, sehingga harus dibatalkan.

Hal itu sebagaimana disampaikan pentolan CBA, Uchok Sky Khadafi dalam keterangan kepada redaksi, Kamis (27/9/18).

Disampaikan Uchok, kejanggalan pertama, sistem pengadaan lelang bukan lelang Internasional, hal ini berakibat membuka celah munculnya broker yang akan merugikan keuanggan negara.

“Ini artinya, pihak Badan SAR Nasional tidak langsung membeli Helikopter ke pabrik, tetapi harus melalui calo atau broker yang akan merugikan keuangan negara,” kata Uchok.

BACA JUGA :  Cegah Bencana dengan Cara Bersahabat dengan Alam

Kejanggalan kedua, sesuai dengan dokumen lelang yang diperoleh oleh CBA, speksifikasi dalam dokumen lelang akan mengarah ke satu merek tertentu, dan akan memenangkan perusahaan tertentu.

Maka untuk itu, CBA meminta kepada KPK agar segera menanggil pihak Badan SAR Nasional, lantaran adanya keanehan atau kejanggalan dalam proses lelang tersebut, yang tidak mempergunakan sistem lelang Internasional.

“KPK harus menekan Badan SAR Nasional dalam lelang dua helikopter ini, agar harus kembali ke sistem bidding Internasional. Dimana selama ini, pengadaan lelang Helikopter di Badan SAR Nasional selalu menerapkan sistem bidding lelang Internasional.

BACA JUGA :  Komisi V: Hampir Tak Ada Faktor Penyebab Kecelakaan Helikopter Basarnas

Terakhir, CBA meminta kepada DPR agar segera menekan pihak Badan SAR Nasional untuk segera membatalkan pengadaan lelang dua helikopter karena tidak memakai sistem lelang Internasional.

“Kalau tetap tidak memakai sistem Internasional dalam lelang tersebut, maka akan mengakibatkan ada dugaan indikasi mark up atas uang negara.”

Terkait adanya dugaan kejanggalan itu, pihak dari Basarnas belum memberikan tanggapan, redaksi masih mencoba menghubungi. Tanggapan dari pihak terkait akan dimuat dalam berita selanjutnya. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini