Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla/Net

telusur.co.id – Kaburnya Ratusan Narapidana di Wilayah Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) lantaran meminta untuk dibebaskan karena ingin mencari keluarga yang terkena Gempa dan tsunami pada Jumat (28/9/18) sore mendapat tanggapan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut dia, pemerintah bakal melakukan pendataan terlebih dulu terhadap para napi yang melarikan diri. hal itu dilakukan sama seperti pada saat Provinsi Aceh mengalami tsunami pada 2004.

“Ini sama seperti di Aceh. Keluar penjara dan kabur. Tapi tentu nanti dicari kembali,” ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/18).

JK sebutan Akrab Jusuf Kalla ini juga menuturkan bahwa aparat kepolisian akan melakukan penelusuran dan melalukan pencarian para napi.

Sebelumnya diketahui, Narapidana berbuat rusuh di rumah tahanan (rutan) Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018) malam.

Kepala Rutan Donggala, Saifudin menjelaskan insiden itu terjadi pada pukul 23.00, dimana Para narapidana (napi) menuntut dibebaskan agar bisa bertemu keluarganya usai tsunami di Palu dan Donggala.

Mereka berusaha melarikan diri dan membakar hangus rumah tahanan tersebut. Diperkirakan jumlah napi yang kabur sebenanyak ratusan orang.

Bagikan Ini :