Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari . FOTO: Dok. DPR

telusur.co.id- Negara Kepulauan Vanuatu kembali mengusik kedaulatan Indonesia. Kali ini, forum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadikan tempat untuk mengangkat isu Papua.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari memprotes keras tindakan Perdana Menteri Vanuatu  Charlot Salwai yang menyinggung soal Papua. Apalagi, hal tersebut bukan kali pertama Vanuatu mengusik urusan kedaulatan Indonesia atas Papua.

“Memprotes sikap Vanuatu yang secara terbuka mendukung upaya separatisme Papua,” kata Kharis dalam keterangan persnya, Senin (1/10).

Ia menegaskan tindakan berulang yang dilakukan Vanuatu harus mendapatkan respons serius dari pemerintah. Jika diperlukan, pemerintah bisa meninjau kembali hubungan diplomatik dengan negara yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan itu.

“Indonesia perlu mempertimbangkan kembali hubungan diplomatik dengan Vanuatu,” tegas dua

Sebelumnya, Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai menyinggung tentang Papua dalam Sidang Majelis Umum ke-73 PBB di New York, Amerika Serikat. Salwai mengingatkan bahwa dekolonialisasi harus tetap menjadi bagian dari agenda PBB. Ia mengatakan Dewan Hak Asasi Manusia PBB harus melakukan investigas terhadap pelanggaran HAM di Papua. Vanuatu juga pernah menyatakan keprihatinannya terkait tahanan politik di Papua yang dituduh melakukan pengkhianatan

Hal tersebut mendapatkan respons keras dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK mengatakan Vanuatu kerap kali memunculkan isu yang tak benar tentang pelanggaran HAM di Papua dan terus menerus menggaungkan tidak sahnya penggabungan Papua ke Indonesia. JK pun menegaskan tidak akan tinggal diam apabila Vanuatu terus menerus mengusik kedaulatan dan teritori Indonesia.[far]

Bagikan Ini :