Pemandangan Kota Palu Sulteng/Net

telusur.co.id- Belum selesai menangani akibat gempa di Lombok, Indonesia kembali menghadapi bencana gempa berkekuatan 7,4 skala richter disusul  gelombang tsunami  setinggi sekitar 2,6 meter di  sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Korban meninggal sudah tidak sedikit. Rumah penduduk, jalan umum, gedung (pemerintahan, sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, hotel dan sebagainya) turut hancur rata dengan tanah. Bahkan, besar kemungkinan ditetapkan sebagai bencana nasional.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menyarankan agar semua kekuatan pemerintah pusat, daerah dan kelompok masyarakat lainnya untuk bahu membahu menangani dan mengatasi dampak gempa dan tsunami tersebut.

“Penanganan akibat gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan daerah lain terdampak harus menjadi  tanggungjawab seluruh komponen bangsa tanpa kecuali yaitu lintas daerah, lintas suku, lintas kepercayaan, lintas partai dan lintas perjuangan politik, sebagai bukti kebersamaan kita penghuni rumah NKRI,” kata Emrus dalam keterangannya, Senin (1/10/18).

“Karena itu, menurut saya, para parpol dan timses Pemilu 2019 sejatinya membuat posko bersama, bukan sendiri-sendiri, membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan daerah lain terdampak. Jika memungkinkan, jangan sampai mendirikan posko berdasarkan partai dan dukungan  paslon pilpres 2019,” sambungnya.

Menurut dia, peristiwa gempa dan tsunami, merupakan fenomena alam yang sama sekali tidak terkait dengan politik. Sedangkan penanganan dampaknya, merupakan persoalan kemanusiaan. “Hal ini penting agar tidak ada kekuatan politik apapun terkait dengan Pemilu 2019 memanfaatkan sedikit pun ruang dan kesempatan untuk promosi dan kegiatan politik,” imbuhnya.

Langkah yang harus dilakukan, kata Emrus, pada setiap posko bersama ini, semua kader lintas partai, lintas timses dan lintas dukungan paslon Pilpres dari pusat hingga ranting harus gotong royong membantu menyelesaikan berbagai masalah dan persoalan yang dihadapi oleh setiap warga yang sedang menderita.

“Seluruh sumber daya yang dimiliki semua kader partai dan timses, tidak ada salahnya dikerahkan seperti kenderaan bermotor, mobil, helikopter dan pesawat pribadi. Segala atribut dan bendera partai dikibarkan di sekeliling Bendera Merah Putih dengan tiang yang lebih tinggi dari bendera partai di setiap titik posko yang disediakan,” ungkapnya.

Di satu sisi, jelas Emrus, pelayanan melalui posko bersama ini sebagai perwujudan kebersamaan dan persatuan Indonesia. “Posko bersama sebagai bukti awal perwujudan kampanye damai yang sudah dideklarasikan dan ditandangani oleh para paslon pilpres dan masing-masing ketua umum partai,” tandasnya.[Ham]

Bagikan Ini :