Rizal Ramli/telusur.co.id

telusur.co.id- Korban penganiyayaan terhadap Ratna Sarumpaet oleh orang tak dikenal mendapat tanggapan berbagai kalangan masyarakat. Bahkah tanggapan itu juga datang dari mantan menko maritim, Rizal Ramli.

Dalam akun twitternya @RamliRizal mengatakan bahwa aksi pemukulan itu merupakan tindakan tidak terpuji dan merusak demokrasi yang selama ini dijunjung tinggi.

Tak hanya itu, sang ekonom itu juga menuturkan tindakan penganiyayaan merupakan bentuk kebrutalan dan sadis sehingga tidak dapat dibiarkan. untuk itulah Kepolisian harus bertindak tegas mengusut tuntas pemukulan itu.

“Ratna Sarumpaet @RatnaSpaet semalam dipukuli sehingga babak belur oleh sekelompok orang. Ratna cerdas, kritis dan outspoken, tapi tindakan brutal & sadis tsb tidak dapat dibiarkan! Tlg tindak @BareskrimPolri. penghinaan thd demokrasi ! Kok beraninya sama ibu2 ?,” cuit dia.

Sementara itu beberapa netizen yang bersabat dengan Rizal Ramli pun ikut mengomentari cuitan mantan menteri perekonomian era presiden Abdurahman Wahid.

Masih teringat kasus pembacokan ahli it ITB,Hermansyah yg dikaitkan dgn vokal-nya membuktikan chat palsu kasus HR. Kasus2 ustadz/santri yg dibacok orang gila. Ibu RS ini pun tergolong sangat vokal. Setuju dgn pak @RamliRizal, ini semua penghinaan thdp Demokrasi!,” kata @McAinoon.

Innalillahi.. Sudah mulai main kasar. Kekerasan terhadap @RatnaSpaet smg pelaku bisa di tangkap,” cuit @candrabelt.

Innalillahi wr. Demokrasi mati saat hukum berpihak, buta pd keadilan. Stay strong bunda, sedih bunda hrs mendapatkan hal ini hanya karena menyuarakan kami yg tak mampu bicara. Moga Allah menampakkan kesalahan mereka, membalas mereka para biadab yg pengecut!,”kata @KavindraOemar.

Innalillahiwainnailahi’rojiunn.. demokrasi sudah mati di indonesia prof,” tulis @abank_canada.[far]

Bagikan Ini :