Aktivis sosial Ratna Sarumpaet. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Aktivis #2019GantiPresiden Ratna Sarumpaet didesak untuk melapor ke pihak kepolisian terkait penganiayaan yang dialaminya. Tujuannya agar ada kejelasan dan kasus ini tidak simpang siur di masyarakat.

Demikian disampaikan oleh pengamat hukum Univesitas Bung Karno (UBK) Rd. Yudi Anton Rikmadani kepada telusur.co.id, Selasa (2/10/18).

Baca juga: Ratna Sarumpaet Dipukuli Hingga Babak Belur, Mahfud MD: Sungguh Biadab

Menurut Yudi, jika tidak ada laporan, maka pihak berwajib tak bisa memproses kasus tersebut. Karena, kasus ini masuk ke dalam delik aduan.

“Kalau tidak ada laporan ya nggak bisa diproses. Makanya Ratna harus lapor ke kepolisian. Sesuai dengan tempat kejadian. Apalabila tidak dilaporkan maka pihak kepolisian tidak bisa menindaklanjuti,” kata dia.

Baca juga: Demokrat Benarkan Ratna Sarumpaet Dipukul Hingga Babak Belur

Yudi mengakui, tindakan penganiayaan apapun bentuknya tidak dibenarkan di dalam negara Indonesia. Sebab, Indonesia adalah berdasarkan hukum.

Oleh karena itu, tegas Yudi, setiap tindakan kejahatan hendaknya di selesaikan melalui proses hukum.

“Kami prihatin adanya oknum yang melakukan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet sebagai aktivis. Agar persoalan ini lebih jelas adanya kepastian hukum, maka Ratna Sarumpaet harus segera melaporkan. Dan jika sudah dilaporkan, maka kepolisian wajib melakukan penyelidikan kasus penganiayaan itu,” pungkasnya.[far]

 

Bagikan Ini :