Aktivis sosial Ratna Sarumpaet. FOTO: Istimewa
telusur.co.id – Aktivis Sosial Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui bahwa dirinya telah berbohong terkait penganiayaan dirinya. Ratna yang merupakan juru kampanye nasional Prabowo-Sandi mengaku menyesal telah melakukan kebohongam tersebut.
Karenanya, dia meminta maaf kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Djoko Santoso, dan seluruh partai koalisi.
“Setelah kita semua dalam 2 hari terakhir, terbelenggu masalah emosional yang terjadi sebagai akibat perbuatan saya, maka sebagai pertanggung jawaban moral saya, bersama ini saya, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari tim pemenangan Prabowo sandi sebagai jurkamnas nomor urut 42,” tulis Ratna dalam surat pengunduran dirinya, Rabu (3/10/18).
Terkait dengan hal ini tersebut di atas, lanjut Ratna, maka sejak saat ini dirinya sudah tidak terlibat lagi dengan semua permasalahan yang berhubungan dengan tim pemenangan Prabowo-Sandi.
“Namun tanpa keterlibatan saya di tim pemenangan Prabowo-Sandi, saya akan tetap berjuang demi kemenangan Prabowo-Sandi untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Seperti diketahui, aktivis Ratna Sarumpaet mengaku merekayasa kabar penganiayaan dirinya di Bandung. Ratna berharap, dengan pengakuannya tersebut, kegaduhan segera mereda.

“Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini, sesuatu yang membuat kegaduhan dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memaafkan,” ujar Ratna dalam jumpa pers di kediamannya, Jl Kampung Melayu Kecil V/24, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).[far]

 

Surat Pengunduran Diri Ratna Sarumpaet
Bagikan Ini :