Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean,/Net

telusur.co.id- Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memastikan akan menghormati pelaporan dirinya ke Bareskrim Polri terkait kasus berita bohong (Hoax) penganiayaan Ratna Sarumpaet. Namun, Ia meminta semua pihak melihat persoalan ini secara terang benderang.

“Ya, saya menghormati hak hukum setiap orang, tapi hendaknya mereka itu melihat situasi secara jernih,” ujar Ferdinand kepada telusur.co.id, Kamis (4/10/18).

Dia menegaskan, kubu Prabowo-Sandi bukanlah penyebar hoax. Sekarang, kata dia, atas isu Ratna Sarumpaet ini malah pihaknya menjadi korban.

“Kami ini bukan menebar hoax, tapi membela Ratna yang mengaku dianiaya. Kami ini korban atas kebohongan, jangan dibalik jadi penyebar hoax,” tegas dia.

Ia memastikan tidak akan membela jika dari awal kasus itu adalah hoax. “Sudah tentu dan pasti kami tidak akan melakukan pembelaan kepada Ratna apabila mengetahui bahwa itu hoax. Kami ini korban, bukan pelaku. Tidak ada niat menebar hoax, jadi kami ini korban,” tandasnya.

Sebelumnya, pengacara, Farhat Abbas melaporkan 17 orang ke Bareskrim Polri. Termasuk di dalamnya pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi dan Ferdinand Hutehaen.

Dia menganggap Prabowo-Sandi dan lainya ikut serta menyebarkan kabar tidak benar terkait penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

“Laporannya sudah kami sampaikan tadi sore,” kata Farhat Abbas saat dikonfirmasi, Rabu (3/10/2018).

Laporan itu bernomor LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM dan sudah diterima polisi dengan nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM.[far]

Bagikan Ini :