Diskusi Kepala Daerah dan ASN di Pemilu 2019/telusur.co.id/Eka Mutia

telusur.co.id- Kepala Pusat Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara (LAN) Hary Supriadi menilai pelibatan kepala daerah dalam tim sukses rawan penyimpangan.

“Kepala daerah ini posisinya itu sangat central sekali bisa mengangkat ASN. Sehingga kami melihat ada kerawanan disitu,” ujar Hary di Kantor LAN, Jakarta, Kamis (4/10/18).

Menurut Hary, kepala daerah itu memiliki tugas menunaikan janji kampanye politiknya nya. Hal tersebut dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Oleh sebab itu, kata Hary, kepala daerah tidak akan optimal dalam dalam menjalakan roda pemerintahan jika disibukkan dengan timses Pilpres.

“Membagi waktu dan energi untuk urusan lain di luar bidang itu bisa membuat seorang kepala daerah tak optimal mengelola wilayahnya dan dituding melalaikan konstituennya. Kegagalan mengelola urusan ini bisa berdampak panjang terhadap kepentingan publik,” ungkapnya.

Ia berharap adanya aturan, prosedur dan standar penegakan hukum yang tegas agar tidak ada penyelahgunaan kewenangan ataupun fasilitas negara ketika kepala daerah sedang berkampanye.

Dia juga berharap agar birokrasi tetap netral. “Kita lihat netralitas kepala daerah dan ASN ini pasti akan berpengaruh pada kinerja birokrasi. Kita ingin birokasi netral karena memliki semua pihak, dan melayani publik. Netralitas itulah yang kita harapkan,” ungkapnya.[far]

 

 

Bagikan Ini :