Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono/Net

telusur.co.id – Setelah Ratna Sarumpaet mengakui membuat berita bohong soal penganiayaan, sejumlah politisi baik yang bergabung di Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maupun yang di luar tim ramai-ramai meminta maaf.

Namun, polemik soal Ratna Sarumpaet belum berhenti, karena Farhat Abbas melaporkan 17 orang yang dianggap menyebarkan berita bohong dari Ratna Sarumpaet itu ke Bareskrim Polri.

Dari 17 nama yang dilaporkan salah satunya Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Menanggapi laporan Farhat, Arief berencana melaporkan balik Farhat jika dalam waktu 3×24 jam tidak meminta maaf kepada dirinya.

“Kalau Farhat nggak minta maaf sama aku dalam waktu 3×24 jam, aku laporin dia ke Polisi karena udah nyebar-nyebarin LP Polisi ke Medsos. Dia bisa di jerat pasal kejahatan IT, karena LP itu tidak boleh disebar sebar ke publik,” kata Arief kepada telusur.co.id, Kamis (4/10/18).

Selain itu, dirinya juga akan membuat laporan ke organisasi advokat dimana izin beracara Farhat dikeluarkan agar dicabut. Karena, kata dia, Farhat telah melanggar kode etik sebagai Pengacara dengan mengunakan kemampuannya sebagai Pengacara untuk menindas dan menzolimi dirinya.

“Saya sebagai masyarakat yang ketipu sama Ratna Sarumpet dan kadang ketipu Pemerintah,” kata dia.

“Ketiga saya akan laporkan ke Muahaimin Iskandar untuk memecat Farhat dari PKB jika tidak memecat Farhat maka saya akan desak KPK untuk lanjutkan kasus Kardus Duren di KPK,” kata dia.

Berikut ini daftar nama yang dilaporkan Farhat Abbas ke Polisi; Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli, Nanik Deyang, Ferdinand Hutahaean, Arief Poyuono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Hanum Rais, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahnil Azar Simanjuntak, Sandiaga Uno. [ipk]

Bagikan Ini :