Mahfud MD

telusur.co.id – Penyebar berita bohong soal Ratna Sarumpaet dianiaya harus dihukum.

Permintaan itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD dalam akun Twitter miliknya, yang terpantau, Kamis (4/10/18).

Tanyakanlah itu kpd yg merekayasa berita bohong. Mereka yg hrs jawab. Sy sih terlanjur menyatakan simpati dan empati kpd Ratna dan meminta Polri mengusut penganiayanya. Eh, ternyata beritanya bohong. Maka sy usul penyebar beritanya dijerat thn UU ITE dgn ancaman penjara 6 tahun,” tulis Mahfud.

Sebelumnya, pada tanggal 2 Oktober 2018, dimana mulai ramai pemberitaan soal Ratna dianiaya, Mahfud mengutuk keras aksi penganiayaan itu jika memang benar terjadi.

Mudah2an ini tdk benar. Kalau penganiayaan thd @RatnaSpaet ini benar terjadi, sungguh biadab. Atas nama dan alasan apa pun, penganiayaan spt ini sungguh terkutuk. Polisi hrs mencari, menangkap, dan nengadili pelakunya. Dgn profesionalitasnya polisi akan bs menemukan pelakunya,” tulis Mahfud, Selasa (2/10/18).

Kabar Ratna Sarumpaet dianiaya pertama kali diungkap oleh kubu Prabowo-Sandi, setelah foto Ratna dalam keadaan lebam beredar luas di media sosial.

Akan tetapi, hasil penyelidikan polisi tidak ditemukan adanya dugaan penganiayaan kepada wanita yang dikenal sebagai aktivis sosial itu.

Belakangan, Ratna mengaku ia berbohong. Mukanya lebam bukan akibat penganiayaan, melainkan akibat operasi sedot lemak. [ipk]

Bagikan Ini :