Raja Adat Mamuju Andi Maksum Dai (kiri) memberikangelar bangsawan Mamuju kepada Menteri PAN RB Syafruddin (kanan bebaju putih) dan Kapolri Tito Karnavian (tengah) /Dok. Kemenpan RB

telusur.co.id- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin mendapat gelar bangsawan yang diberikan oleh Raja Adat Mamuju, Andi Maksum Dai. Secara simbolis, gelar tersebut ditandai dengan penyerahan keris kepada Menteri Syafruddin yang merupakan putra Mamuju. Selain Menteri Syafruddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga diberikan gelar yang sama.

Sambutan hangat dari semua satuan di Polda Sulawesi Barat mengiringi kehadiran mereka. Tak hanya oleh anggota Polri, Satuan Polisi Pamong Praja pun ikut dalam barisan yang menyambut rombongan Menteri Syafruddin dan Kapolri.

Upacara pemberian gelar itu dilakukan bersamaan dengan peresmian Markas Polda Sulawesi Barat, Kamis (4/10/18). “Saat itu tahun 2004 bulan April, saya yang jadi kurir terlahirnya provinsi ini. Saya yang  tunggu Ibu Megawati, presiden  saat itu, menandatangani adanya provinsi ini,” kata Syafruddin di atas podium.

Sulawesi Barat adalah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat menemukan momentumnya pada 1999 pasca gerakan reformasi.

Barulah 5 Oktober 2004, provinsi yang beribukota Mamuju ini diresmikan dengan dasar UU 26 Tahun 2004. “Lahirnya provinsi ini, itu juga dari tangan saya,” tegas Syafruddin dengan bangga.

Sejalan dengan berdirinya provinsi ini, berdiri juga instansi vertikal lainnya. Salah satunya adalah Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Awalnya, Markas Polda Sulbar berada di tengah Kota Mamuju dengan gedung sewaan.

Pada 2016 lalu, Jenderal Tito Karnavian menentukan satu bukit yang akan dibangun gedung Mapolda Sulbar. Saat itu, Syafruddin menjabat sebagai Wakapolri.

Sementara itu, Tito Karnavian berharap, adanya gedung baru ini juga meningkatkan kualitas Korps Tri Brata. “Dengan Polda ini, jajaran bukan hanya mendapatkan kantor, tapi dapat memberikan pelayanan publik yang baik,” ujar jenderal bintang empat ini.

Kontribusi Polda terhadap Provinsi Sulbar juga diungkapkan sang gubernur, Ali Baal Masdar. Beberapa waktu terakhir ini, semua jajaran Polda telah membuktikan kinerjanya dalam menjaga keamanan.

Keberhasilan itu nampak pada Pemilihan Gubernur 2017 dan pemilihan kepala daerah Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar. Kondisi yang kondusif ini diharapkan bisa berlanjut pada Pilpres 2019 mendatang.

Sinergitas antar instansi pemerintah dinilai menjadi hal yang penting untuk menyambut pesta demokrasi tersebut. “Kunci menciptakan rasa aman adalah menjaga netralitas,” imbuh Ali.

Di atas podium itu pula, Ali tak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap Syafruddin yang kini menjadi salah satu dari Menteri Kabinet Kerja. “Kami bangga ada putra daerah yang jadi Menteri PANRB,” pungkasnya.

Dalam acara itu, hadir pula Kabaharkam Polri Komjen Moechgiyarto, Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Djafar, dan Forkompinda Provinsi Sulbar.[Ham]

Bagikan Ini :