Muchtar Efendi Harahap/Dok. Pribadi

telusur.co.id – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya dan BI akan menggelontorkan anggaran Rp810 miliar demi penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank.

Anggaran tersebut, Rp672 miliar dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Rp137 miliar lainnya dikeluarkan oleh BI.

Menyikapi hal itu, Direktur Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap nilai langkah pemerintah menggelontorkan dana tersebut sangat tidak tepat.

Pasalnya, dengan melihat kondisi Indonesia yang sedang dilanda berbagai persoalan akan sangat mencederai rakyat.

“Kabar Indonesia menyediakan anggaran untuk pertemuan itu menurut saya tidak layak, kita negara yang sedang susah penuh malapetaka (bagi rakyat-red),” ucap dia saat di hubungi, jumat (5/10/18).

Dijelaskan dia saat ini bangsa Indonesia belum bisa sebut sebagai negara berkembang. Karena, jika dilihat dengan negara-negara tetangga sangat jauh berbeda perkembangannya apa lagi dari sisi pererkonomian.

“Kita ini belum bisa di sebut negara berkembang itu belum layak kok dibandingkan malaysia singapura korsel. Kita negara terbelakang belum berkembang artinya secara ekonomi,” jelas dia.

“Bayangkan saja pertumbuhan ekonomi yang stag kemudian dari sisi riset juga anggaran kita masih dibawah 7 persen jadi masih banyak pencitraan yang sifatnya politik, buktinya kita masih minta uang minta utang keluar negeri,” tambahnya.[far]

Bagikan Ini :