Wakil Bendahara Tim Koalisi Prabowo-Sandiaga Uno, Anggota DPR Fraksi Demokrat Herman Khaeron (kiri),Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (tengah) dan Anggota DPR Fraksi Nasdem Jhony G Plate (kanan). Foto:Bambang Tri P /telusur.co.id

telusur.co.id – Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Nasional Demokrat (NasDem), Jhony G Plate menilai, cara terbaik untuk membuktikan kebenaran dari kasus pembohongan publik yang menjerat aktivis Ratna Sarumpaet adalah melalui proses hukum.

Pasalnya, pengakuan Ratna yang telah berbohong soal penganiayaan dirinya itu perlu dibuktikan secara mendalam agar tidak ada yang merasa dirugikan.

Dia menilai, dalam kasus ini sebenarnya yang palingbdirugikan adalah tim kampanye Jokowi, karena banyak pihak menganggap hal itu dilakukan tim petahana itu.

“Apakah ada permintaan maaf yang tulus di situ atau ada rekayasa yang lain. Kami berharap itu permintaan maaf yang tulus dan benar-benar keteledoran,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (5/10/18).

Terlebih, lanjutnya, dalam suasana politik saat ini tidak bisa sepenuhnya dipercayai bahwa hal itu bukan dari bagian rekayasa politik.

“Dalam situasi politik seperti ini siapa yang bisa memastikan ini bagian dari desain rekayasa politik? Kalau ini bagian dari rekayasa politik, maka penyelenggara pemilu serta instrumen-instrumen terkait perlu meneliti lebih dalam. Maka itu, proses hukum adalah proses yang lebih baik,” ungkapnya.

Seperti diketahui, aktivis Ratna Sarumpaet mengaku berbohong telah dianiaya. Ratna meminta maaf kepada Prabowo Subianto hingga Amien Rais.

Ratna juga meminta maaf kepada rekan-rekan Koalisi Indonesia Adil Makmur atas kebohongan yang dilakukannya. Tidak lupa, permintaan maaf juga ia sampaikan kepada kaum emak-emak.

Ternyata, pengakuan Ratna itu berbuntut panjang. Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10) malam. Dia hendak pergi ke Chile untuk urusan sebagai pembicara. Dia menjadi tersangka penyebaran hoax yang membuat keonaran.[far]

Bagikan Ini :