Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief. FOTO: Istimewa

telusur.co.id – Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengkritik partai politik yang selama ini menjual nama Soekarno tetapi justru memanjakan International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional.

“Ada partai menjual nama Soekarno. Sekarang terlentang minta dicumbu IMF,” sindir Andi Arief melalui akun twitternya, Sabtu.

Namun sayang, Andi yang pernah menjabat sebagai Jubir presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini tidak jelas tudingan ini dialamatkan kepada partai mana. Dia hanya memberikan clue jika selama ini partai yang dimaksud sering “menjual” wong cilik. “Punya slogan wong cilik,” imbuhnya.

Tak hanya Andi Arief saja, ulama yang sering menggunakan gamis ustad Tengku Zulkarnain juga ikut mengkritik. Menurut dia,
Pertemuan IMF di Bali yang menelan biaya 1 Trilyun, 30% ditanggung Bank Indonesia, dan BI Keberatan. Sisanya Ditanggung SMI.

“Pertanyaannya: “Apa untungnya jadi tuan rumah IMF, sementara keadaan ekonomi negara sedang morat marit”,” kritik dia.

Seharusnya, Indonesia tidak perlu lagi terlibat dengan IMF. Apalagi hutang Indonesia ke IMF sudah dilunasi oleh SBY.

Lebih baik dana yang digunakan untuk IMF diberikan kepada rakyat Indonesia yang tertimpa musibah seperti di Lombok, Palu dan daerah lainnya. “Bagus untuk korban gempa. Mikir,” tegasnya. (ham)

 

Bagikan Ini :