Pemandangan Kota Palu Sulteng/Net

telusur.co.id – Memasuki hari ke delapan tragedi Gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) Palang Merah Indonesia (PMI) twtap melakukan penanganan para korban.

Begitu diucapkan Kepala Biro Humas PMI Pusat Aulia Arriani dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (6/10/18)

“Kita masih terus melakukan aksi kemanusian,” ujarnya.

Dijelaskan dia, PMI sampai dengan saat ini sudah menangani ribuan korban gempa dan tsunami. Namun, ada beberapa kesulitan yang dihadapi diantaranya akses transportasi.

“Sebagian besar akses jalan membuat kami kesulitan bahkan banyak bantuan seperti makanan susah untuk didistibusikan,” imbuhnya.

“Kalau di Donggala, ada satu daerah namanya Banawa, disana, sebagian besarnya masyarakatnya tinggal di pesisir pantai. Karena gempa, lalu lari ke pegunungan dan banyak bayi-bayi disana,” ungkapnya lebih lanjut.

Diketahui, pada 27 September 2018 Gempa dan gelombang tsunami sekitar 5 meter menerjang kota Palu, Sigi danDonggala Sulawesi Tengah.

Tercatat oleh BNPB Korban tewas akibat gempa dan tsunami mencapai 1.571 orang dan 2.549 orang yang mengalami luka berat sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit.[far]

Bagikan Ini :