telusur.co.id – Dokter darurat bencana, Rosaline Rumase mengharapkan tim relawan medis yang berada di Palu, Sigi dan Donggala dapat fokus pada penanganan trauma healing para korban.

Trauma hiling perlu dikuatkan, karena di dalam bencana akan menghasilkan trauma yang sangat panjang. Menurutnya, hal itu disebabkan, karena seakan-akan kematian sudah dekat.

“Selain kesehatan kita juga memberikan edukasi, atau masukan kpada pasien agar tidak terlalu trauma,” ucap Rosaline di Cikini, Jakarta, Sabtu (06/10/18)

Apalagi, melihat peristiwa bencana yang terjadi di daerah itu sangat dasyat yang mengakibatkan orang-orang terdekat yang disayangi tidak ada dan rumah yang ditempat tinggali telah hancur. Sehingga disebutnya kembali, penanganan trauma itu perlu untuk dilakukan

“Edukasi itu penting, bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Sehingga trauma hiling harus dilakukan serius,” ungkapnya kembali.

Seperti diketahui, pada 27 September 2018 Gempa dan gelombang tsunami sekitar 5 meter menerjang kota Palu, Sigi danDonggala Sulawesi Tengah.

Tercatat oleh BNPB Korban tewas akibat gempa dan tsunami bermagnitudo 7,4 itu hingga Jumat (5/10/2018) siang mencapai 1.571 orang dan 2.549 orang yang mengalami luka berat sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit. (ham)

Bagikan Ini :