Ilustrasi

telusur.co.id- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengimbau masyarakat untuk menyaring setiap informasi yang terima. Karena, sekarang ini berita bohong atau hoax sudah mulai gencar dilakukan demi meraup keuntungan suara elektoral.

“Kita memiliki tantangan agar masyarakat kita melek secara digital, terutama dalam menerima informasi dan menyebarkan informasi,” kata Titi dalam sebuah diskusi bertajuk “Residu Demokrasi : Hate Speech dan Hoax’ di Kawasan Setia Budi, Jakarta, Minggu (7/10/18).

Menurut Titi, membuat masyarakat mengerti penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, tidak bisa dilakukan secara instan. Apalagi, kondisi masyarkat saat ini terpolarisasi dalam dua kelompok politik besar pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dan Pranobwo-Sandi.

Oleh sebab itu, kata dia, selain filter yang dilakukan masyarakat, peran aktor politik juga sangat signifikan dalam mendidik rakyat dalam mengunakan medsos dengan baik.

“Maka pendidikan melek digital itu harus dilakukan oleh aktor lembaga negara dengan rencana terkonsolidasi dan terhubung diantara semua pihak,” imbuhnya.

“Jika pemilih tidak dapat menyaring dan memilih informasi maka akan menjadi sasaran empuk adanya hoax,” tandasnya.[ipk]

Bagikan Ini :