Capres Prabowo Subianto (kanan) dan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno (kiri)/telusur.co.id

telusur.co.id – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Kamis (4/10/18) lalu.

Laporan tersebut terkait dengan dugaan kampanye hitam karena Prabowo dinilai telah melakukan penyebaran berita bohong atau hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji laporan dari Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) itu. Dia mengungkapkan, dirinya tak ingin gegabah dalam mengambil sikap.

“Kami masih telusuri. Tentunya perlu kajian lebih mendalam terkait laporan ini,” kata Abhan di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (8/10/18).

Soal kemungkinan pemanggilan pasangan calon nomor urut 02 itu, Abhan menjelaskan, pihaknya masih menunggu sekitar dua atau tiga hari lagi.

“Kami masih menunggu dua tiga hari lagi,” tandasnya.

Diketahui, Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) melaporkan Prabowo-Sandi ke Bawaslu terkait dugaan kampanye hitam menyebarkan kebohongan Ratna Sarumpaet.

Presidium GNR, Muhammad Sayidi mengatakan, tindakan kubu Prabowo sangat membahayakan. Di saat Indonesia tengah berduka, kubu Prabowo malah membuat kabar bohong terkait pemukulan aktivis Ratna Sarumpaet.

“Kami akan laporkan ini ke Bawaslu. Ini jelas melanggar PKPU 23/2018 terkait soal pemilihan capres-cawapres,” kata Sayidi di Gedung Bawaslu, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (4/10) lalu.[far]

Bagikan Ini :