Gempa di Donggala, Sulteng. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar meminta pihak-pihak yang akan melaksanakan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa di Sulawesi Tengah untuk mengacu pada Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi, Peta KRB Tsunami dan Peta Potensi Likuifaksi yang diterbitkan oleh Badan Geologi.

Hal ini untuk mengurangi risiko kerugian harta benda dan jiwa. Acuan ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah mitigasi bencana.

“Gempa bumi tidak dapat diprediksi, namun kita dapat melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko kerugian harta benda dan jiwa. Badan Geologi telah melakukan upaya mitigasi, di antaranya dengan melakukan pemetaan Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi, Kawasan Rawan Bencana Tsunami dan Peta Protensi Likuifaksi,” ujar Rudy, Minggu (7/10).

Berdasarkan Peta KRB Gempa bumi yang diterbitkan Badan Geologi menunjukkan wilayah terdampak di Provinsi Sulawesi Tengah termasuk KRB Tinggi dan Menengah.

“KRB Tinggi mempunyai potensi terguncang gempa bumi dengan intensitas lebih besar dari VIII MMI. Intesitas lebih besar dari VIII MMI diantaranya dicirikan dengan tanah terbelah, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam, bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri, jembatan rusak, terjadi lembah,” jelas Rudy, dilansir dari lama resmi ESDM.

Bagikan Ini :