Anggota Fraksi Hanura MPR RI, Inas Nasrullah Zubir (kiri), Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Johnny G Plate (tengah) dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin (kanan). Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id- Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin berharap hasil renegosiasi pemerintah dengan Freeport McMoren soal akuisisi saham PT Freeport Indonesia, berdampak bagi peningkatan kehidupan masyarakat Papua.

“Ada yang memang perlu dilakukan pemerintah sehingga masyarakat Papua secara pendidikan harus meningkat, secara kesejahteraan harus meningkat,” kata Ujang dalam sebuah diskusi bertajuk “Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Pengelolaan Pertambangan Indonesia Berdaulat?” di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/10/18).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menjelaskan, Arab Saudi yang merupakan negara dengan penghasilan minyak, rakyatnya sangat berdaulat dan menikmati atas kekayaan alamnya.

Sementara di Indonesia, imbuh Ujang, sama sekali jauh dari kesejahteraan, khususnya rakyat Papua.

“Mohon maaf, kesejahteraan rakyat Papua dimana? kesejahteraan bangsa Indonesia secara umum dimana?” tanya Ujang.

“Saya ingin mengontruksi kembali bahwa ada sesuatu yang salah dan harus kita perbaiki. Oke 51 persen untuk bangsa. Apakah sudah memang untuk kemakmuran belum yang kemarin 9,23 persen (saham),” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :