Politisi PKB Abdul Kadir Karding/telusur.co.id

telusur.co.id – Banyak kalangan mengatakan pihak kepolisian begitu cepat bergerak dalam menangani kasus hoax Ratna Sarumpaet. Tetapi, lamban dalam penanganan kasus lain seperti kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Menanggapi hali itu, Politisi PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, dalam penanganan sebuah kasus, harus dilihat bagaimana kasusnya. Menurutnya, kasus Ratna Sarumpaet sangat berbeda dengan kasus Novel Baswedan.

“Harus lihat, kasusnya beda. Kalau Mbak Ratna itu bukti-bukti dengan mudah diperoleh, ada saksi rumah sakit, ada cctv, ada banyak, ada bu Ratna sendiri, dan sebagainya,” katab Karding di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/18).

Karding menjelaskan, dalam kasus Novel Baswedan, sampai hari ini polisi belum bisa menemukan bukti-bukti yang bisa dijadikan alat bukti. Sementara, pada kasus Ratna, bukti-bukti dengan mudah didapatkan.

“Tetapi kita semua harus mendorong bahwa kasus Novel ini harus diusut tuntas dengan segera,” pungkasnya.

Sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon menyinggung kepolisian yang cepat bekerja menangani kasus hoax Ratna Sarumpaet. Fadli membandingkan kasus hoax Ratna dengan teror terhadap Novel Baswedan, yang proses hukumnya lama dilakukan.

“Itu tadi prestasi yang luar biasa yang harus masuk Muri. Kurang dari 24 jam semuanya sudah ada, transferan sudah ada, CCTV sudah ada. Kalau standar ini dilakukan oleh polisi, luar biasa sekali lagi ini prestasi yang luar biasa,” kata Fadli Zon dalam diskusi ‘Ancaman Hoax dan Keutuhan NKRI’ di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/18).[far]

Bagikan Ini :