Presiden Joko widodo (duduk) dan Kapolri Tito Karnavian (berdiri beri hormat). FOTO/Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo tidak ingin mencapuri persoalan dugaan perusakan barang bukti KPK, yang disebut melibatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Disampaikan kepala negara, itu ranah hukum dan dirinya tidak mau intervensi. “Itu wilayahnya KPK. Saya tidak mau intervensi,” kata Jokowi kepada wartawan, di Pondok Gede, Jakarta, Rabu (10/10/18).

Presiden mengaku telah melakukan pertemuan tertutup dengan Tito kemarin di Istana Bogor. Namun ia tak menjelaskan pertemuan guna mengonfirmasi dugaan aliran dana ke lulusan terbaik akpol 1987 ini.

Kasus ini awalnya diungkap jaringan media investigasi Indonesialeaks, mereka mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara.

Dalam laporan itu, Indonesialeaks menuliskan dua penyidik KPK asal Polri, Ronald Rolandy dan Harun merobek beberapa lembar dari buku itu karena terdapat nama petinggi Polri.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Tito Karnavian. Indonesialeaks menyatakan bahwa suatu dokumen menyebut Tito tercatat paling banyak mendapat duit dari Basuki, langsung maupun melalui orang lain, ketika menjabat kepala Polda Metro Jaya dan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016 maupun ketika sudah dilantik sebagai kepala Polri. [ipk]

Bagikan Ini :