Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono/Istimewa

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyelidiki biaya penyelenggaraan IMF-World Bank di Bali.

“KPK harus menyelidiki nih,” desak Arief di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/18).

Hal itu dikatakannya, karena ia menduga ada mark up dalam pembahasan anggaran penyelenggaraan IMF-World Bank Meeting 2018 sebesar 855,5 miliar rupiah.

“Katanya biaya (penyelenggaraan) IMF dari APBN dan ada juga dari BI sendiri diperkirakan lebih dari 855 miliar rupiah. Tapi informasi terbaru biayanya di break down lagi hingga mencapai 500 miliar. Kalau biayanya bisa diturunin jelas ada mark up. Pasti ini ada bocor,” ungkapnya.

Lebih jauh, Arief mengatakan dalam pembahasan anggaran penyelenggaraan IMF dan World Bank antara pemerintah dan parlemen pasti sudah menyepakati penggunaan anggaran sehingga bisa diputuskan angkanya 855 miliar rupiah.

“Kok bisa (ada efisien). Kenapa proyek infrakstruktur di Palembang, proyek Asian Games, proyek tol Laut dan banyak infrakstruktur yang belum jalan itu tidak diefisiensi. Kenapa? Ini kan ada keanehan. Bahwa ada kebocoran anggaran dieranya pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

IMF-World Bank Annual Meating (pertemuan) akan dibuka besok, Jumat (12/10/18), di Bali. Sebagai tuan rumah penyelenggara, Indonesia menganggarkan dana sekitar Rp 855,5 miliar yang sudah disepakati bersama DPR RI sejak awal tahun 2017. (ham)

Bagikan Ini :