Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah/foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan sikap pemerintah yang menaikan harga BBM, lalu dibatalkan, mempunyai efek yang lebih dashyat dari kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Dalam kasus ini, bukan hanya elite politik saja yang merasa dibohongi, seluruh rakyat Indonesia juga menjadi korban.

Bahkan, kata Fahri, ketika pemerintah menaikan harga Pertamax dan Premium, efeknya sampai ke dapur emak-emak. “Waktu dia bilang hari ini BBM naik. Itu gempar dapur rakyat sampai goncang,” ungkap Fahri.

Kurang dari 24 jam, harga yang awalnya naik tiba-tiba dibatalkan. “Lalu dia bilang maaf yang tadi gak jadi…” katanya melanjutkan.

Pada level private, keputusan membatalkan itu lebih bahaya dengan RS yang bilang maaf saya bohong. “Peristiwa pertama efeknya luas dan lebih penting untuk diperiksa,” desaknya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan tentang rencana kenaikan harga BBM Premium menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya Rp 6.550 per liter.

“Arahan presiden paling cepat pukul 18.00 Wib, harga premium menjadi Rp 7.000 untuk Jamali (Jawa, Madura dan Bali). Di luar Jamali 6.900. Itu pun tergantung kesiapan Pertamina di 2.500 spbu-nya,” kata Jonan di Bali.

Lalu, sesuai arahan Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa, Madura dan Bali) menjadi Rp 7.000 per liter dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900 per liter secepatnya Pukul 18.00 agar ditunda, kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi. (ham)

 

Bagikan Ini :