Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono/Istimewa

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono angkat bicara terkait kebijakan pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium.

Menurut Arief, pembatalan kenaikan tersebut dipaksakan dan sebagai bentuk politik jaga image (jaim) Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Ini bisa saya katakan sebagai sebuah politik jaim dari Pak Joko Widodo. Artinya, dia takut menaikkan harga BBM itu karena ini adalah tahun politik,” kata Arief di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/18).

Dia menilai, sangat aneh sekali hanya dalam waktu 30 menit kebijakan kenaikan BBM itu bisa berubah secara total.

“Pasti kan keputusan menaikkan BBM itu bukan hitungan jam, pasti dirapatkan dulu dalam beberapa hari di rapat kabinet,” terangnya.

Dia menduga, saat rapat kabinet yang membahas tentang makin melemahnya kurs rupiah minggu-minggu lalu, rencana kenaikan BBM pasti dibicarakan. Pasti, kata dia, faktor-faktor global tentang kenaikan harga minyak dunia juga dibahas.

“Jadi ini lebih kepada politik jaimnya Pak Jokowi. Saya ingatkan kepada masyarakat, jangan tertipu, ini hanyalah politik jaga image dari Pak Jokowi karena takut kehilangan popularitas dan elektabilitasnya yang memang terus melemah seperti rupiah,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :