Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Ziarah ke Makam Pangeran Antasari di kawasan pemakaman Malkon Temon Banjarmasin/Achmad Juhriansyah

telusur.co.id-Ada pemandangan berbeda di pelaksanaan 156 tahun wafatnya Pangeran Antasari, di kawasan pemakaman Malkon Temon Banjarmasin, Kamis (11/10) pukul 09.00 wita.

Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalimantan Selatan,red) terisak ingin menangis ketika memberikan sambutan dan menjelaskan mengenai perjuangan Pangeran Antasari yang merupakan salah satu pahlawan nasional asal Provinsi Kalimantan Selatan.

Paman Birin menjelaskan dirinya terenyuh dan ingin menangis karena berharap sikap nasionalisme yang diwariskan Pangeran Antasari terus dikenang oleh masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kita harus terus mengingat sejarah nasionalisme Pangeran Antasari yang memang sangat cukup tangguh di masa perjuangan, beliau tidak goyah walau dengan bujukan apapun oleh penjajah Belanda. Sehingga sikap Nasionalisme ini harus terus terpupuk di jiwa kita sebagai warga Kalimantan Selatan,” ujar Paman Birin saat memberikan sambutan dihadapan undangan yang berhadir diantaranya ratusan anak – sekolah tingkat SD hingga SMP.

Untuk itulah, pinta Paman Birin dirinya berharap generasi muda penerus bangsa untuk juga mengingat dan menggunakan semboyan “Haram manyarah, waja sampai kaputing” yang mempunyai pengertian dari semboyan tersebut adalah haram hukumnya menyerah kepada musuh, tak tergoyahkan, ulet, tabah sampai akhir.

“Semboyan tersebut mempunyai makna juga bahwa kita harus terus berjuang apalagi membangun banua kita supaya terus sejahtera dan maju,” pinta paman Birin.

Untuk diketahui, Pangeran Antasari mendapatkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 06/TK/Tahun 1968 tanggal 27 Maret 1968.
Sebelum dimakamkan di kawasan pemakaman malkon temon Banjarmasin, kerangka jenazah almarhum Pangeran Antasari berada di salah satu pemakaman di Kalimantan Tengah.(Achmad Juhriansyah).

Bagikan Ini :