Presiden RI Joko Widodo.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang menaikan harga BBM lalu membatalkannya menuai kritikan tajam dari berbagai elemen masyarakat.

Kebijakan grasa grusu itu juga membuat banyak pihak antipati, bahkan menganggap pemerintah tidak kompeten, tidak becus dalam mengurus negara. Karena itu, keinginan Jokowi dua periode mulai banyak penolakan.

Bekas ketua KPU, Nazaruddin Sjamsuddin pun ikut menolak jika kepemimpinan saat ini dilanjutkan hingga dua periode. Satu periode cukup.

“Pemerintah menaikkan harga premium, 1 jam kemudian membatalkannya. (Koran Tempo 11/10/18). Pemerintah yang seperti ini minta dipilih kembali? Silakan saja kalau ada yang mau. Saya sih gak mau,” tegas Nazaruddin melalui akun twitternya, Kamis.

Nazaruddin adalah bekas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertugas memantau jalannya Pemilu di Indonesia untuk periode 2001-2005, dimana Komisi Pemilihan Umum di Indonesia untuk pertama kalinya melakukan pemilihan presiden secara langsung pada tahun 2004 di bawah pimpinan Nazaruddin Sjamsuddin. (ham)

Bagikan Ini :