Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang/Net

telusur.co.id – KPK menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka, dalam dua kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Dalam perkara pertama, Rendra selaku Bupati Kabupaten Malang periode 2010-2015, diduga menerima suap terkait penyediaan sarana Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar. Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan Ali Murtopo (AM) sebagai tersangka pemberi suap.

Dalam kasus ini, Rendra disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Ali, disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“RK diduga menerima suap dari AM sekitar Rp 3,45 miliar,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/18).

Bupati Malang Rendra Kresna/Net

Untuk perkara kedua, Rendra bersama seorang pihak swasta bernama Eryk Armando Talla (EAT) yang juga ditetapkan sebagai tersangka, diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 3,55 miliar.

Disampaikan Saut, RK selaku Bupati Malang dua periode, bersama-sama dengan EAT, diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap, karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang.

Untuk kasus ini, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ipk]

Siapa Capres - Cawapres Pilihan Anda..?

Bagikan Ini :