Foto: Antara

telusur.co.id – Aliansi Konferensi Rakyat Global kembali mengalami intimidasi dan tindakan represif dari aparat keamanan lantaran menentang Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Aliansi Konferensi Rakyat Global yang semestinya mengadakan 9 agenda di Hotel Nirmala, Bali, dibubarkan secara paksa oleh aparat hotel yang mengaku diperintahkan Kepolisian Daerah Bali.

Menanggapi peristiwa ini, Koordinator Aliansi, M. Ali mengatakan, pihaknya mengecam keras tindakan tersebut. Sebab, semua warga negara berhak mengeluarkan pendapat di muka umum yang dijamin oleh undang-undang dan konstitusi.

Dikatakan Ali, intimidasi yang dialami aliansinya bukan kali ini saja. Jauh sebelum agenda pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, pihaknya kerap dipersulit dan acap diintimidasi agar tidak menggelar kegiatan berupa aksi demonstrasi selama perhelatan kegiatan IMF dan Bank Dunia itu.

Polda Bali, sebelum pembukaan perdana pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, pernah mengeluarkan surat resmi yang melarang kegiatan yang melibatkan orang banyak, event orginizing dan lain sebagainya. Karena surat itu pula, pihak RRI lantas membatalkan peminjaman tempat yang sudah diajukan Aliansi Konferensi Rakyat Global sebelum perhelatan tahunan IMF dan Bank Dunia digelar.

Aliansi Konferensi Rakyat Global sempat protes atas kebijakan Polda Bali itu. Dalam pertemuannya dengan Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose, pihak Aliansi yang diwakili Kurniawan Sabar, Helda Khasmy mempertanyakan kebijakan itu karena bertentangan dengan UU dan konstitusi.

Dalam pertemuan itu, Petrus menjamin pihak Aliansi bisa melaksanakan aksi demonstrasi yang ditempatkan di Lapangan Tugu Perjuangan, Renon.

Pihaknya Aliansi menyambut baik sikap Kapolda Bali dan akan menggelar kegiatannya dari 8 hingga 14 Oktober 2018. Akan tetapi, itu tidak sesuai kenyataannya. Justru semua kegiatan Aliansi Konferensi Rakyat Global mendapat intimidasi dan represivitas aparat kepolisian yang menggunakan organisasi kemasyarakatan.

Pada tanggal 10 Oktober, misalnya, manajemen RRI Bali secara sepihak membatalkan penyewaan auditorium dengan alasan kegiatannya “menentang” kebijakan pemerintah.

Ali tentu saja membantah alasan RRI itu. Kegiatan yang dilakukan Aliansi Konferensi Rakyat Global sama sekali tidak merugikan rakyat. Justru kegiatan tersebut ingin membongkar kedok IMF dan Bank Dunia yang sama sekali tidak bermanfaat untuk rakyat di seluruh dunia.

Tengok, misalnya, keberadaan IMF dan Bank Dunia yang telah lebih dari 60 tahun di Indonesia justru memiskinkan rakyat saban tahun.

“Itulah yang ingin kami sampaikan lewat konferensi rakyat yang melibatkan puluhan organisasi rakyat di seluruh dunia,” kata Ali dalam keterangan kepada wartawan, Kamis, (11/10).

Soal penolakan pihak Hotel Nirmala itu, Dirintelkam Polda Bali, Jamal mengaku tidak tahu menahu. Keputusan tersebut sepenuhnya kewenangan pihak hotel. Tentang jawaban pihak hotel bahwa pelarangan kegiatan tersebut karena perintah Polda Bali, Jamal membantahnya.

“Saya tidak tahu kenapa hotel menolak. Itu diplintir,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :