Net

telusur.co.id – Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley mengatakan jika Israel, Suriah dan PBB sepakat untuk membuka kembali persimpangan Quneitra mulai hari, Senin (15/10/18).

Haley menyebut pembukaan kembali persimpangan Quneitra akan memudahkan tim bantuan kemanusiaan PBB dalam melaksanakan tugasnya di kawasan sekitar Dataran Tinggi Golan.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/10/18), Tim PBB yang menangani konflik Israel-Suriah, UNDOF, telah memantau zona demiliterisasi ini sejak 1974. Namun keadaan damai di sana pecah saat Suriah mengalami perang sipil.

“Kami berharap Israel dan Suriah dapat memberikan tim bantuan kemanusiaan PBB untuk melaksanakan tugasnya. Kami juga meminta Suriah untuk mempersilakan tim UNDOF melakukan tugasnya tanpa tekanan,” kata Haley.

Persimpangan Quneitra berada tepat di tepi perbatasan Dataran Tinggi Golan dan Suriah. Israel merebut Dataran Tinggi Golan dalam perang Timur Tengah 1967. Israel kembali berperang melawan Suriah di dataran tinggi strategis dalam konflik tahun 1973, saat memperebutkan kawasan strategis itu.

Menurut Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman yang pada tanggal 27 September 2018 mengunjungi persimpangan Quneitra mengatakan kalau di masa lalu, persimpangan itu menjadi jalur perdagangan apel dari Dataran Tinggi Golan ke Suriah sampai jalur perlintasan penduduk antar wilayah untuk saling mengunjungi kerabatnya. [ipk]

Bagikan Ini :