Kardinal Donald William Wuerl/Reuters

telusur.co.id – Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus menerima pengunduran diri Kardinal Donald William Wuerl, sebagai Uskup Agung Washington, terkait penanganan kasus-kasus pelecehan seks.

Wuerl, yang merupakan salah satu tokoh Katolik paling senior di Washington itu disalahkan sejumlah pihak karena tidak melakukan banyak hal untuk menindak imam paedofil. Dia, justru menutupi skandal imam gereja di negara bagian Pennsylvania.

Akan tetapi, dalam suratnya kepada Wuerl, Paus Francis menilai Wuerl telah secara tidak adil menjadi kambing hitam dalam menangani kasus pelecehan seksual.

“Namun, kebangsawanan Anda telah membuat Anda tidak memilih cara membela diri. Dari ini, saya bangga dan terima kasih,” tulis Paus dalam suratnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/10/18).

“Penolakan Anda adalah tanda ketersediaan dan ketaatan Anda kepada Roh yang terus bertindak di Gereja-Nya.”

Namun, isi surat Paus kepada Wuerl membuat banyak kelompok advokasi korban marah. Terence McKiernan, Ketua BishopAccountability.org, mengatakan surat Paus kepada Wuerl jelas mengirim pesan bahwa bagi Paus Fransiskus, Kardinal Wuerl lebih penting daripada anak-anak korban pelecehan seksual.

“Surat Paus Fransiskus memanjakan hirarki dengan mengorbankan anak-anak. Sampai Paus Fransiskus membalikkan pernyataannya ini, Gereja Katolik tidak akan pernah muncul dari krisis ini,” kata McKiernan.

Wuerl dikritik dalam laporan hakim juri Amerika Serikat pada Agustus 2018 karena gagal menghentikan pelecehan yang terjadi saat dia menjabat sebagai Uskup Agung di Pittsburgh.

Dalam laporan itu ditemukan bukti bahwa setidaknya 1.000 orang, sebagian besar anak-anak, telah mengalami pelecehan seksual oleh sekitar 300 pendeta selama 70 tahun.

Laporan yang dianggap paling komprehensif ini menjadi bukti adanya pelecehan di gereja AS yang mencakup enam keuskupan di Pennsylvania, termasuk Pittsburgh.

Wuerl dianggap sebagai salah satu pemimpin gereja yang membantu menutupi skandal itu. Dia telah menghadapi banyak seruan agar mengundurkan diri, termasuk dari pendeta di kalangannya sendiri. [ipk]

Bagikan Ini :