telusur.co.id – Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nuruzzaman mengatakan, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu bukanlah sebuah organisasi dakwah. Menurut dia, HTI itu adalah  organisasi politik yang berniat mengubah ideologi Pancasila menjadi Khilafah.

“Itu (HTI) organisasi politik bukan organisasi dakwah, memiliki cita-cita merubah menjadi khilafah,” kata Nuruzzaman dalam sebuah diskusi bertajuk di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (13/10/18).

Dia menjelaskan, metode perjuangan HTI ini ialah melalui tiga tahap kaderisasi.  “Pertama, melakukan kaderisasi, mereka sudah melakukan kaderisasi terhadap 1500 orang. Dan tapi saya melihat ini tidak akan ikut pemilu,” imbuhnya.

Tahap kedua, kata dia, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara memunculkan simbol-simbol agama ke tengah publik.

“Sosialisasi kepada masyarakat dengan mengibarkan bendera dengan kata-kata Ilahi, berwarna hitam,” paparnya.

Sedangkan tahap ketiga dari dariode perjuangan HTI, lanjutnya, ialah merebut kekuasaan dengan melalui lobi-lobi terhadap tokoh-tokoh nasional.

Sebagai contoh, kata Nuruzzaman, Hizbut Tahrir di Jordania berbentuk partai poltik. “Mereka melakukan kudeta dan di Irak melakukan dua kali kudeta,” bebernya.

Oleh sebab itu, Nuruzzaman menegaskan, HTI tilk boleh dibiarkan berkembang di Indonesia.

“Kalau dibiarkan, HTI akan melakukan kudeta. Kalau dibiarkan, mereka akan sama seperti PKI,” tandasnya.

Bagikan Ini :