wartawan Jamal Khashoggi. foto net

telusur.co.id – Kasus jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang diduga dibunuh di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki semakin membuat Raja Salman tertekan. Pasalnya, tekanan bukan hanya datang dari Turki dan negara yang bersebrangan dengan Arab.

Amerika juga ikut mengecam. Bahkan, anggota parlemen Republik dan Demokrat sama-sama menuntut tindakan tegas. Sudah ada kekhawatiran yang meningkat atas kematian warga sipil yang disebabkan oleh koalisi militer Saudi dalam perang saudara Yaman dan beberapa anggota parlemen mengatakan Washington harus memblokir penjualan militer ke Riyadh jika tuduhan atas Khashoggi terbukti.

Menanggapi desakan itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Amerika Serikat akan “menghukum” dirinya dengan menghentikan penjualan militer ke Arab Saudi bahkan jika terbukti bahwa jurnalis Saudi.

“Saya benar-benar berpikir kita akan menghukum diri kita sendiri jika kita melakukan itu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump menegaskan akan memberikan sanksi kejutan kepada Arab Saudi atas kematian Jamal. “Ada hal-hal lain yang dapat kami lakukan yang sangat, sangat kuat, sangat kuat dan kami akan melakukannya,” tambahnya, tanpa mengatakan apa langkah-langkah itu.

Berdasarkan undang-undang AS, penjualan militer asing utama dapat diblokir oleh Kongres. Proses peninjauan informal memungkinkan anggota parlemen utama menggunakan praktik yang dikenal sebagai “pegangan” untuk menunda transaksi jika mereka memiliki kekhawatiran seperti apakah senjata yang disediakan akan digunakan untuk membunuh warga sipil.

Khashoggi, seorang kritikus terkemuka dari Riyadh dan seorang warga AS, menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi konsulat Saudi. Pemerintah Turki yakin ia sengaja dibunuh di dalam gedung dan tubuhnya dicopot. (ham)

Bagikan Ini :