Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengungkapkan, pujian dan kegembiraan PDIP terhadap pidato Jokowi di Annual Meeting IMF-World Bank membuktikan jika tidak punya empati terhadap rakyat Indonesia yang sedang tertimpa musibah gempa dan tsunami.

Kata Fadli, jika proklamator Indonesia, Soekarno masih hidup, akan menangis melihat sikap pemerintahan Jokowi yang lebih mendahulukan kaum borjuis daripada rakyatnya sendiri. “Kalau Bung Karno masih hidup, saya yakin ia menangis,” ungkap Fadli melalui akun twitternya, Minggu.

Yang membuat Bung Karno menangis adalah karena melihat pemerintah lebih menjamu neokolonialis dengan uang yang cukup besar yakni Rp 1 triliun. “Sementara banyak rakyat korban gempa tak terurus dan bantuan minim tak ada uangnya,” ujar dia sangat ironis.

Fadli sebenarnya, menjawab komentar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pidato Presiden Joko Widodo dalam Annual Meetng IMF-World Bank, Jumat (12/10) kemarin, makin menunjukkkan keunggulannya daripada Prabowo Subianto.

Hasto membandingkan Jokowi dengan Prabowo dalam berbagai kesempatan, pidato Jokowi penuh dengan pesan kenegarawanan. (ham)

Bagikan Ini :