Ketua DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik. foto net

telusur.co.id – Ketua DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik‏ mencibir sosok Jokowi yang dinilai lihai dalam menghibur. Buktinya, tamu-tamu AM IMF-WB yang dimintai komentar, semua sambil tertawa memuji pidato Pak Jokowi. Tak salah lagi, Pak Jokowi berhasil membuat mereka merasa terhibur.

Bukti kemampuan Presiden menghibur sebenarnya banyak. Presiden misalnya pernah menghibur mereka yang sangsi atas kinerjanya dalam bidang ekonomi dengan mengatakan pertumbuhan ekonomi akan “meroket”. “Orang tak akan lupa bagaimana tangan Presiden mengilustrasikan “meroket” itu,” ungkap Rachland melalui akun twitternya, Minggu.

Sebelumnya, saat kampanye, Pak Jokowi menghibur mereka yang terpukau oleh politik ekonomi populis-nasionalistis, dengan mengatakan US Dollar akan jadi cuma Rp. 10 ribu. Indosat akan dibeli balik. Dan jutaan lapangan kerja akan terbuka. Tentu, syaratnya beliau jadi Presiden.

Baru-baru ini, Presiden menghibur bangsa yang berduka akibat bencana alam beruntun, dengan mengatakan pemerintahnya meyakini Palu akan normal dalam sepekan. Siapa yang tak terhibur oleh janji itu? “Sayang, dari Palu setelah itu kita justru mendengar kabar orang mati kelaparan,” bebernya.

Lalu tentang ketahanan pangan, Presiden juga pernah pidato berapi-api mengecam kebijakan impor dan rente ekonomi di baliknya. Tentu mafia pangan mukanya kecut mendengar itu. Tapi para petani dan nelayan tentu terhibur karena menyangka kebijakan Presiden akan memihak nasib mereka.

Kembali pada AM IMF-WB di Bali. Tentu IMF dan WB lega, senang, memuji. Bukan cuma pidato itu unik, tak terpikir oleh Presiden lain dan tak ada presedennya dalam sejarah dunia. Tapi karena mereka disindir pun tidak. Padahal Presiden pernah pidato tajam mengkritisi IMF dan WB.

Kini hajat kolosal di Bali kelar. Apa hasilnya? Adakah sikap Indonesia atau gagasan Presiden yang diadopsi IMF-WB bagi pengelolaan ekonomi global? Namun sejumlah komitmen ekonomi yang diteken di sana kelihatannya cukup menghibur. Bangsa ini sedang sangat butuh harapan. Apapun.

“Tentang bukti keunggulan Presiden menghibur, pembaca bisa menambahi sendiri. Saya cuma mau mengingatkan: fungsi hiburan adalah membuat kita lupa sejenak pada masalah atau kesulitan hidup yang nyata. Dari sisi membuat lupa itu, Presiden kita sungguh sukses dan banyak jasanya,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :