Ketua Bawaslu RI Abhan. FOTO: telusur.co.id/Fahri Haidar

telusur.co.id- Pemilihan Umum (Pemilu) tahun depan diprediksi akan berlangsung sengit dan keras. Alasannya, Pemilu 2019, Presidential Threshold (PT) nya naik menjadi 4 persen. Artinya, jika dengan PT 3,5 persen pada Pemilu lalu menghasilkan 10 parpol di parlemen, maka dengan PT 4 persen, kompetisi 16 parpol akan terjadi pertarungan sengit.

Demikian disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Pemiku (Bawaslu) Abhan dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Membangun Pemilu 2019 yang Damai, Bersih dan Bermartabat’ di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/10/18).

“Belum lagi, kita menganut sistem proporsional terbuka. Potensi kompetisi caleg dalam satu parpol pun akan sangat kompetitif,” kata Abhan.

Selain itu, lanjut Abhan, di Pilpres 2019, ada dua paslon yang sama-sama berkompetisi pada Pilpres 2014 lalu. Ia meyakini, jika dinamika persaingan keduanya akan tinggi.

Oleh karena itu, sukses atau tidaknya pemilu ada beberapa elemen yang mempengaruhi. “Pemilih saya kira, warga negara yang punya otoritas tentukan hak pilih,” tambahnya.

Abhan juga mengungkapkan, meskipun dalam Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang Pemilu sudah diatur siapa itu penyelenggara pemilu, mereka adalah KPU, Bawaslu dan DKPP. Namun, Ia berharap masyarakat juga terlibat mengawasi pemilu.

“Kami berharap masyarakat ikut aktif mengawal dan mengawasi pemilu,” harapnya.

Lebih jauh, dia juga meminta agar para peserta pemilu taat aturan dan regulasi yang mengikat. Jangan sampai melanggar aturan seperti melakukan politik uang.

“Harapan kami mudah-mudahan semua peserta pemilu taat hukum. Antisipasi sangat penting ketika hari H pemungutan. Parpol juga harus siapkan saksi,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :